Kebahagiaan linear dengan Kesuksesan

Dear Pembaca,

Beberapa tahun lalu, saya pernah menuliskan apakah sukses itu beriringan dengan uang? Sebuah tulisan dari dalam hati. Kali ini menemukan tulisan di kaskus oleh Billy Boen (semoga tidak salah menulis namanya). Pada artikelnya menjelaskan, sukses itu menciptakan kebahagiaan. Yah, betul dan sependapat dalam artikel itu. Sukses tidak selalu linear terhadap jumlah kekayaan. Berikut tulisan Billy Boen pada Hot Thread hari ini,

Sukses ngga selalu berhubungan dengan uang. Meski saya juga ngga mau sok idealis dengan bilang bahwa uang ngga penting di dunia ini. Uang penting, tapi bukan satu-satunya yang akan bisa buat kita bahagia.

Pernah ngga ngerasain ketika Agan ngebantu seorang teman, trus di dalam hati ngerasa senang. Atau ketika di jalan, ngebantu orang lain yang Agan ngga kenal, sekecil apapun itu, trus dalam hati Agan merasa senang? Pasti pernah dong ya?

Nah itu bukti bahwa untuk bisa menciptakan kebahagiaan, bukan berarti Agan harus tajir melintir (kaya raya). Kita sendiri lah yang bisa membuat diri kita ngerasa hepi atau ngga. Dan seperti yang saya bilang tadi, dari hal-hal kecil..

Saya sering bilang bahwa menyumbang itu ngga perlu selalu harus dalam bentuk uang. Menyumbang itu bisa dalam bentuk barang, ide, tenaga, waktu, dan darah.

Semua ini (kecuali uang dan barang), tidak bisa dihitung secara materalistis. Tapi, sifatnya lebih penting daripada yang bisa dihitung dengan uang.

Jangan ngaku sebagai anak muda Indonesia yang akan sukses, kalau menolong sesama aja ngga mau. Saya percaya, semakin banyak orang yang kita tolong, semakin banyak pula balasan positif yang akan kita terima di dalam hidup ini.

See you ON TOP!

Nah, masih mikir bahagia atau sukses itu linear terhadap uang? Coba baca lagi.