September, Antara Cinta dan Cita !

This item was filled under [ Pribadi, Tulisanku ]

September 1st. Seperti hari-hari biasa, masih di temani oleh hal yang sama, sebotol teh s*sro, laptop dan monitor. Ku tulis apa yang ingin ku tulis, ku tulis apa yang ingin aku lakukan. Namun ingin ini tak akan pernah datang tanpa ku teruskan cita ku. Ya, cita yang tertinggal demi cinta. Sudah satu tahun, ku tinggalkan citaku demi cinta ini. Cita dan cinta terukir di bulan ini, Cita-cita yang sempat terlewatkan karena cinta. Bismillah semoga september ini bisa memulai membangun cita tanpa mengesampingkan cinta. Agar cita dan cinta teraih di tahun akan datang. Amin !!!

Yogyakarta tempat ku meraih cinta, dan Surakarta tempatku meraih cita, dan Boyolali pun menjadi saksi antara cita dan cintaku ! Yogyakarta selalu istimewa dan Surakarta menjadi spirit untuk Boyolali tersenyum. Oh ya, September ini usia semakin menua mari segera ciptakan tujuan untuk meraih cinta dan cita !

Yogyakarta, 01 September 2014 5:41 pm

Kampoeng Air – Wisata Anyar di Boyolali

This item was filled under [ Pribadi, Tulisanku ]

BOYOLALI. Nama yang jarang muncul di televisi meskipun memiliki bandara international yakni Bandara Adi Soemarmo, kerap tak di akui di wilayah Boyolali. Padahal jelas tertanda Adi Soemarmo berada di wilayah Boyolali, meskipun di paling ujung berbatasan dengan kota lain. Meski kerap lokasi bandara ini dibuat wisata dadakan, karena pesona nya yang cantik kini telah hadir wisata cantik lainnya yang ada di wilayah BOYOLALI. Kampoeng Air, itulah tempat rekreasi anyar tersebut.

Kemarin lusa selepas kondangan di Sambi, saya dan beberapa teman iseng ke tempat wisata yang belum di launching itu. Yah kali ini ngreyen terlebih dahulu sebelum launching. Setiba disana awal bidikanku mengarah ke landscape di atas jembatan wisata tersebut, sayang sekali masih belum terlihat detail wisatanya.

kampoeng air

Saya mencoba poto2 dulu di depan prasasti (hahaha) bertuliskan kampoeng air. Dan disambut baik oleh bapak separuh baya, kurang tahu siapa beliau seperti nya penduduk sekitar. Awalnya menjelaskan beberapa ulasan, namun saya masih asyik foto-foto. Read more…

Kebahagiaan linear dengan Kesuksesan

This item was filled under [ Edukasi, Pribadi ]

Dear Pembaca,

Beberapa tahun lalu, saya pernah menuliskan apakah sukses itu beriringan dengan uang? Sebuah tulisan dari dalam hati. Kali ini menemukan tulisan di kaskus oleh Billy Boen (semoga tidak salah menulis namanya). Pada artikelnya menjelaskan, sukses itu menciptakan kebahagiaan. Yah, betul dan sependapat dalam artikel itu. Sukses tidak selalu linear terhadap jumlah kekayaan. Berikut tulisan Billy Boen pada Hot Thread hari ini,

Sukses ngga selalu berhubungan dengan uang. Meski saya juga ngga mau sok idealis dengan bilang bahwa uang ngga penting di dunia ini. Uang penting, tapi bukan satu-satunya yang akan bisa buat kita bahagia.

Pernah ngga ngerasain ketika Agan ngebantu seorang teman, trus di dalam hati ngerasa senang. Atau ketika di jalan, ngebantu orang lain yang Agan ngga kenal, sekecil apapun itu, trus dalam hati Agan merasa senang? Pasti pernah dong ya?

Nah itu bukti bahwa untuk bisa menciptakan kebahagiaan, bukan berarti Agan harus tajir melintir (kaya raya). Kita sendiri lah yang bisa membuat diri kita ngerasa hepi atau ngga. Dan seperti yang saya bilang tadi, dari hal-hal kecil..

Saya sering bilang bahwa menyumbang itu ngga perlu selalu harus dalam bentuk uang. Menyumbang itu bisa dalam bentuk barang, ide, tenaga, waktu, dan darah.

Semua ini (kecuali uang dan barang), tidak bisa dihitung secara materalistis. Tapi, sifatnya lebih penting daripada yang bisa dihitung dengan uang.

Jangan ngaku sebagai anak muda Indonesia yang akan sukses, kalau menolong sesama aja ngga mau. Saya percaya, semakin banyak orang yang kita tolong, semakin banyak pula balasan positif yang akan kita terima di dalam hidup ini.

See you ON TOP!

Nah, masih mikir bahagia atau sukses itu linear terhadap uang? Coba baca lagi.