SEO Trik: 3 Plugin WordPress Super yang Dapat Jadi Andalan untuk Optimasi SEO Blog Kamu

Gambar : Colorlib.com

Saat ini WordPress merupakan salah satu cms terbesar dan paling banyak digunakan karena mudah dioperasikan, mudah dilakukan penambahan / edit terhadap codingannya, serta kemudahan untuk mendapatkan template yang unik & memikat mata secara gratis.

Hal ini terbukti dari banyaknya situs-situs dan jasa pembuatan website yang menyediakan template premium wordpress secara cuma-cuma. Tak jarang banyak orang mau menggunakan CMS WordPress sebagai pilihan mereka.

Nah bukan cuma itu, wordpress juga didukung oleh berbagai plugin yang tepat untuk blog kamu. Kalau kamu juga melakukan optimasi SEO pada blog wordpress kamu, tidak lengkap jika kamu enggak menggunakan 3 plugin ini.

Plugin Yoast SEO

Ini merupakan plugin yang sudah melanglang buana namanya dan terkenal seantero dunia para blogger di Indonesia. Plugin ini membantu kamu mengoptimasi meta title, meta deskripsi, permalink, focus keyword, dan berbagai fitur advanced lainnya yang terhubung dengan sosial media, meta robots index, hingga canonical url.

Semua paket lengkap optimasi SEO bisa kamu dapatkan dengan mudah hanya dengan 1 plugin ini. Kebayang bukan gimana mudahnya plugin ini bisa membantu kata kunci yang kamu targetkan/artikel kamu ada di halaman 1 Google?

XML Sitemaps Generator

Setiap blog, baik itu blog pribadi sampai blog bisnis franchise, yang dibuat tentu butuh yang namanya sitemap, hal ini berguna agar robot lebih mudah melakukan indeks terhadap seluruh halaman website.

Namun untuk membuat sitemaps ini enggak bisa sembarangan harus melalui serangakaian coding. Nah, di sinilah fungsi plugin XML Sitemaps Generator yang bisa men-generate secara otomatis semua halaman website yang ada sehingga dengan mudahnya blog kamu sudah mempunyai sitemaps dan bisa langsung diupload di Google Search Console.

Social Media and Share Icons (Ultimate Social Media)

Nah ini dia plugin terakhir yang enggak boleh kamu lewatkan.

Sekarang udah semakin banyak orang-orang yang menggunakan sosial media, dengan plugin ini artikel yang kamu buat di blog kamu bisa langsung di share ke sosial media yang terhubung dengan akun kamu sehingga berpotensi untuk mengundang orang ke blog kamu dan tentunya itu bisa menjadi sumber trafik yang baik bukan?

Gimana, udah lihat kan kehebatan wordpress dengan segala kelebihan yang dimilikinya? Itulah salah satu cara yang bisa kamu gunakan dalam melakukan optimasi SEO. Menurut Alfon, salah satu karyawan yang bekerja di perusahaan digital marketing agency Jakarta mengatakan bahwa untuk melakukan optimasi SEO di WordPress lebih mudah dilakukan karena sudah ada berbagai plugin yang bisa men-support optimasi yang dilakukan.

Jadi kamu enggak perlu bingung kalau mau optimasi SEO lagi karena sudah banyak plugin yang tersedia, dan kamu hanya tinggal memanfaatkannya dengan baik saja.

Cara Bikin Paspor Untuk Balita dan Anak-anak

Fiyuh akhirnya bisa nulis lagi nih, postingan terakhir bulan apa ya? Sepertinya sudah lama sekali, saking banyaknya yang ingin ditulis malah ga jadi nulis apa-apa. Hahaha.

Oke pengalaman dimulai dari ketika kami membuat paspor untuk anak saya Hamda Sabiya Yuwana. Waktu itu hamda umur satu bulan saya dan istri memutuskan untuk kembali merantau ke Jogja (ya elah jogja aja merantau?). Hehe… Tidak ada paksaan sebenarnya keputusan istri untuk mau ikut kembali ke Jogja, mungkin karena kasihan sayanya nih sendirian di Jogja, dan kondisi istri saya udah mulai enakan. Nah singkatnya, saya sudah kembali ke Jogja.

Oiya proses pembuatan akta dan pembaruan KK sudah saya selesaikan sebelum ke Jogja. Jadi di Jogja sudah siap untuk membuat paspor untuk balita. Syaratnya hampir sama dengan umum, bahkan lebih mudah. Hanya bermodal KTP orang tua, KK, akta kelahiran anak, Surat Nikah orang tua, surat pernyataan orang tua (formulir pernyataan ini di beri saat mendaftar), fotocopy paspor orang tua jika sudah punya, dan saat wawancara anak harus di dampingi orang tua. Nah itulah syarat buat paspor khusus Balita atau dibawah 17 tahun.

Singkatnya lagi biar cepat kelar nulisnya, haha. Pada usia kurang lebih anak saya 2 bulan, saya memutuskan untuk datang ke imigrasi Jogja dan mulai melakukan pendaftaran, oiya khusus balita mendapatkan antrian khusus, ya jadi lumayan menyingkat waktu. Hamda dipelukan ibunya tidur saat proses antrian. Tiba saatnya dipanggil antriannya, saya dan istri beserta anak bergegas untuk datang ke petugas keimigrasian untuk melakukan wawancara.

Petugas meminta untuk anak dibangunkan. Yap waktu itu membangunkan Hamda adalah hal yang sulit, butuh beberapa menit, hampir 30 menit baru bangun dari usahaku untuk membangunkannya. Nah bergegas saya menunggu antrian yang belum selesai sambil ngliling biar tidak kembali tidur. Giliran antrian saya, saya maju kedepan petugas dengan menggendong hamda.

“Ih adiknya masih kecil banget, umurnya berapa bulan ini?” ucap petugas membuka pembicaraan. Lalu memberondong pertanyaan lagi, “Mau kemana nih kok udah bikin passport?”. “Ke malaysia pak” jawabku. “Oh kapan? Masih kecil gini?” pertanyaan tambahan dari petugas. “Masih lama kok bulan 10, ya hampir umur setahun lah besok” Ucapku, dan petugas meminta untuk menaruh anak saya di meja kerjanya untuk di foto. Dengan alas kain putih, posisi hamda berfoto dengan tidur menghadap ke atas ke kamera petugas. Cepret cepret. “Begini?” Tanya ya, “Lalu dipoto lagi” Sepertinya kurang puas dengan hasil sebelumnya karena kurang bagus hasilnya. Oke cepret cepret lagi.

Dah selesai, saya pun diberi lembaran kertas berisi kode pembayaran untuk melakukan ke pembayaran Pajak Penerimaan Negara kalau tidak salah sebesar 355ribu rupiah. Oke seraya mengucapkan terima kasih meninggalkan ruangan tersebut.

Caranya mudah lhoh pembayarannya, gak perlu ke ATM, karena saya males nyari ATM saat itu, tinggal ke klikbca lalu ke menu pajak penerimaan negara memasukkan kode billing bayar, lalu taraaa tagihan muncul 355ribu lalu dibayarkan lunas.

Setelah pembayaran sesuai instruksi yang ada di Kertas, minimal kembali untuk mengambil paspor adalah 1 minggu ke depan. Lalu saya ambil sepertinya dua minggu berikutnya. Saya pun dengan PDnya kembali tanpa membawa bukti pembayaran, karena saya tidak tahu ternyata harus dilampirkan. Saat ambil antrian untuk memberikan form nya, saya digalaki petugas, ya pada intinya tidak boleh mengambil paspor tanpa ada bukti pembayaran. Nah setelah itu nyari sampai jauh akhirnya ketemu tempat untuk print. Ya sudah print dan kembali ke Imigrasi Jogja, dan alhamdulillah kini Hamda sudah memiliki paspor, dan siap terbang kemanapun hihi amin…

Tips untuk membuat atau membikin paspor untuk anak baik balita maupun dibawah 17 tahun.

  • Pastikan dokumen persyaratan yang dibawa lengkap. KTP ortu, KK, Akte Lahir, Surat Nikah Orangtua, Fotokopi paspor orang tua kalau ada. Pastikan bawa yang asli dan yang di fotokopi ukuran A4
  • Datang lebih pagi lebih baik, karena antrian yang berlaku saat ini berdasarkan jam. Jadi maksimal jam 11, kalau tidak salah. (Ini tidak berlaku bagi imigrasi yang menerapkan sistem kuota antrian)
  • Ramahlah dan tidak perlu tegang pada petugas imigrasi, jawablah pertanyaan dengan mantab dan yakin
  • Bangunkan anak anda sebelum tiba giliran anda untuk maju.
  • Saat pengambilan paspor, jangan lupa bawa bukti pembayaran
  • Saat pengambilan paspor usahakan datang lebih awal. Kalau di Jogja pengambilan dibuka mulai agak sore hari. Jadi tiba sore sekitar jam 2-3 lebih baik

akhir kata saya sangat bersyukur karena sudah bikin sebelum terbit peraturan yang kemarin bikin heboh : “Bikin paspor harus memiliki tabungan 25juta”

Hello World, Hamda Sabiya Yuwana

Hamda Sabiya Yuwana, ya itulah nama penerus ku kelak. Hamda Sabiya Yuwana dilahirkan dari rahim seorang ibu yang sangat ayah cintai. Sekarang tidak patut lagi dipanggil dek rizky, karena sekarang sudah menjadi ayah. Hamda Sabiya Yuwana, lahir sehari sebelum ibunya yang juga berulang tahun. Sebetulnya sudah request untuk tanggal yang sama dengan ulang tahun ibunya, namun karena mendesak harus segera dilahirkan, alhamdulillah lahir dengan selamat saat operasi cesar kala adzan subuh berkumandang.

Hamda Sabiya Yuwana, memiliki arti bersyukur di pagi hari. Karena alhamdulillah diberikan keselamatan dan kesehatan di subuh/pagi itu baik anak saya maupun istri tercinta. Sedangkan nama Yuwana adalah nama belakang saya. Memang tidak mau menggunakan nama yang panjang lagi, karena saya memiliki pengalaman pahit dengan nama panjang ini. Saat ujian akhir nasional, teman yang lain sudah sibuk mengerjakan soal, saya masih menghitamkan lingkaran di bagian nama dan nomor ujian :(

Hamda Sabiya Yuwana, kelak kamu jadi wanita yang solehah, pintar, berbakti kepada orang tua dan bermanfaat bagi umat, ya nak !  Kelak kau besar, kau dapat temukan namamu di google, dan kamu membaca tulisan ayahmu ini. Perjuangan umi mu, saat kau di kandung badan, saat memberikanmu asupan gizi yang dinamakan ASI, dan ketika membesarkan mu kelak. Selalu ingatlah umimu :)

Hamda Sabiya Yuwana, jadilah anak yang sehat, kuat dan bahagia dunia dan akherat. Amin.

Babymoon di Pakem Valley Kaliurang

Hehehe… harusnya saya menulis cerita ini bulan kemarin ya, melanjutkan cerita babymoon part II . Tapi baru sempat menuliskan sekarang di awal bulan November rain ini. Sebenarnya saya lupa menceritakan babymoon part I, tetapi sudah muncul babymoon Part II. hahaha. Baby moon part satu ya masih di sekitar tugu jogja, di hotel arjuna. Tak banyak cerita disana karena memang hanya 5km-an saja dari kontrakan. Cuma sempet ketemu blogger spammer Teguh Aditya di Rene Hotel tak jauh dari hotel saya menginap.

Nah, babymoon kedua ini saya rencanakan di Kaliurang. Kami berdua (sama istri) belum pernah kesana sebelumnya. Kamu tahu lah di cerita sebelumnya, yang sempat miss komunikasi antara zenrooms, pihak hotel dan kami. Pemesanan kami tidak masuk dalam database zenrooms, sehingga saya tidak terdaftar di Pakem valley, tujuan pertama menginap disana. Setelah berdiskusi, kami dipindahakan ke Bale-Bale kurang lebih 500 meter dari Pakem Valley. Ya meski tidak sesuai ekspetasi, not bad lah tidur di resort di kaki gunung merapi. Resortnya baru, masih bersih, asri, kamar luas, ya meskipun breakfastnya biasa saja :D. Tapi hari kedua kami segera move-on ke Pakem Valley. Sebelum ke pakem Valley, kami turun ke Jakal km 9 untuk mencari target makan siang berupa nasi gandul, makanan khas tanah kelahiran PATI BUMI MINA TANI. Setelah kenyang, saya meluncur ke pakem valley.

Kedatangan kami di sambut hangat oleh pihak owner pakem valley. Ya model kali ini bukan resort maupun hotel, tetapi villa. Setelah melakukan check in, kami jalan-jalan menuju Gunung Merapi. Tapi sayang karena hujan rintik-rintik, hanya bisa ke lokasi museum gunung merapi saja.

museumgunungmerapi

Setelah puas melihat museum, dan film teaternya, kami bergegas pulang ke villa, namun sayang sekali hujan, kami harus berteduh dahulu sebelum kembali ke villa.

Oiya sesampainya kembali di villa, melihat isi berbagai kamar. Ada lemari, meja, kursi, tv, dan AC. Melirik ke kamar mandi, wow sangat tergiur dengan bathtub nya. Bagi saya sih udah pernah mandi dengan bathtub, tapi karena istri saya belum pernah, dan pernah memimpikan ada bathtub ketika tidur di hotel singapore kemarin, akhirnya kesampaian. hahahaha. Ini nih penampakan room di villa Pakem Valley km 20 kaliurang.

pakemvalley pakemvalleyroom

Malamnya karena hujan tak berhenti, saya dikasih (baca : dikasihani) sama owner Pakem Valley sepiring dinner khas pakem valley. Alhamdulillah jadi tidak perlu turun gunung untuk mencari makanan. Terima kasih sekali ce shelly dan koh stepen. :D

Karena sudah terlalu capek keliling museum, malamnya pun terlelap sampai pagi. Dan pagi-pagi sudah rintik-rintik turun hujan. Istriku yang sudah mandi duluan terpaksa harus mandi lagi, demi nyobain bathtub. Waktu dia mandi duluan saya masih tertidur dan doi gak bisa caranya mandi di bathtub =)) . Akhirnya setelah berdua selesai mandi, turun ke bawah untuk sarapan. Sarapannya apa ya? Kalau gak salah namanya ayam lada hitam kali ya, saya juga nggak tahu. Porsi makan yang di berikan juga cukup, meski bukan prasmanan. Selesai sesi sarapan bergegas check-out karena harus segera merapat di kantor :D

Akhir bulan oktober kemarin menyempatkan bermalam di hotel bintang 5 di Solo. Gimana ceritanya? Simak tulisan yang akan datang entah kapan mau nulisnya :D

BabyMoon Part II

Setelah berhasil di Babymoon part I kemarin, saya langsung merencanakan babymoon part II. Moment ini tidak akan saya sia-siakan, karena mungkin setelah istri melahirkan, tenaga dan pikiran pasti akan tertuju kepada anak, tanpa memikirkan berbagai liburan. Ya sih, sudah di rencanakan tahun depan untuk liburan Honeymoon part II. Pertama yang kulakukan adalah menentukan destinasi. Pilihan yang tepat memang tak jauh dari Yogyakarta. Keputusan jatuh pada Kaliurang, Sleman Yogyakarta.

Berawal dari hunting hotel yang ada di Kaliurang, akhirnya menemukan pilihan hati di vila di jalan kaliurang km 20. Karena rencananya satu hari itu terlalu singkat, maka saya kembali memesan hotel untuk hari kedua di villa yang sama. Kami memutuskan liburan di awal bulan yakni tanggal 1-2 Oktober agar tidak terganggu kondisi keuangan.

Singkat cerita, saya dan istri berangkat dari Cepogo, Boyolali. Sebenarnya Cepogo juga lereng gunung merapi-merbabu, dan Kaliurang adalah lereng merapi. Kami memutuskan berangkat setelah sholat ashar, karena menunggu hujan yang tak kunjung reda.Tapi kami nekat berangkat menempuh jalur utama melewati Boyolali-Klaten-Sleman-Kaliurang agar terhindar dari jalan yang tak di ketahui kondisinya, maklum istri sedang hamil, jadi harus lebih ekstra waspada. Selama perjalanan di temani hujan rintik dan kadang deras. Kalau deras terpaksa harus berhenti menepi, karena alasan membawa barang elektronik seperti HP, laptop dll. Hujan mulai reda ketika memasuki jalan Kaliurang. Ini pertama kali saya menyusuri Jalan Kaliurang di atas km 10. Karena dulu waktu merapi meletus saya sempat kopdar dengan teman di jakal km 10.

Di perjalanan tersebut, saya melirik sebuah cafe. Cafe yang unik, memakai lilin dan bernuansa remang bercahayakan lilin ala Candle light Dinner. Ehm romantis sekali, pikir saya. Tapi setelah melewati cafe tersebut saya baru sadar, ternyata di sekitar jalan tersebut mati lampu. Oh berarti cafe tersebut tidak memiliki genset. Dan beberapa seperti toko yang menjamur di Indonesia itu bercahaya terang benderang layaknya toko yang masih hidup, dan yang lain adalah seperti toko yang tutup. Ya karena toko mainstream tersebut memiliki mesin genset sendiri. Namun kondisi malam itu gelap sekali karena sekeliling mayoritas tidak memiliki genset, sampai villa yang di tuju kami coba langsung menyelonong masuk. Dan di berhentikan oleh petugas dan menanyakan apakah sudah memesan disini? Dan ternyata pesanan online saya tidak terekam oleh pihak villa, yang tercatat untuk hari besok. Ya salam ! Bagaimana ? Sudah basah kuyup tapi tidak dapat tempat? Istri banyak mengomel, karena saya tahu pasti kecewa, dan capek sekali selama perjalanan. Tapi itu bukan menyelesaikan masalah. Masalah itu harus di hadapi jangan lari dari masalah. Saya coba telpon konfirmasi dari pihak pemesanan online. Setelah berdiskusi antara saya, pihak villa dan pihak pemesanan hotel kami mendapatkan solusi di pindahkan ke hotel sekitarnya. Alhamdulillah, meskipun nuansa bukan villa, atleast hotel yang semalamnya 450ribu dapat melegakan hati ini. Bagaimana kisah selanjutnya? Tunggu ya di postingan berikutnya :)