Penghargaan = Uang kah?

Diskusi-diskusi kecil kemarin dari suatu komunitas membuatku mengasah otak ku setiap opini2 dari teman2. namun ada beberapa yang terlintas agak gak sreg, ketika membicarakan sebuah tema, yang pada dasarnya aku merumuskan sendiri penghargaan = uang?

Memang uang tidak dibawa mati, tapi kita bisa mati tanpa uang. Itulah geguyonan teman2 di sekitarku. Namun kenapakah harus uang yang jadi parameter? Coba kita runut cerita dibawah, Apa yang membuat seorang Pelukis di hargai? LUKISANnya dengan UANG, bukan? Apa yang membuat seorang Striker sepakbola di hargai? Setiap GOLnya dengan UANG, bukan? Kenapa harus UANG? Ya mungkin karena sebuah profesi…

Tapi kita akan mati enggak, kalau LUKISAN kita sudah tidak laku lagi? Akankah pemain bola mati kalau kaki sudah tidak bisa mencetak gol lagi? Bagiku, barometer penghargaan itu tidak selalu berhubungan dengan uang… Setiap orang bermanfaat bagi orang lain, pasti akan tidak mati. PELUKIS pasti bermanfaat bagi penikmat LUKISANnya, begitu juga PEMAIN BOLA, pasti bermanfaat bagi FANS, pemilik klub, dan individu lainnya. Dan UANG adalah sejumlah rejeki dari mereka yang telah kita beri manfaat. Tapi kalau kita tidak diberi uang, apakah kita tidak bermanfaat bagi mereka? TIDAK. Coba kita runut, semisalkan PEMILIK KLUB lagi BANGKRUT? Akankah uang yang kalian tunggu? Akankah keluar dari klub tersebut? Apa nggak ingat ketika kamu diberi kesempatan namun belum bisa mencetak gol pada kemarin?

Ungkapan lain seperti ini, aku salut dengan hal-hal yang misterius, misalkan pencipta lagu gaby, apakah kalian membayar lagu tersebut? Ingat dengan KANGEN BAND? Apakah kalian membayar lagu tersebut sebelum terkenal? Lihat mereka terkenal karena lagu2 mereka dibajak, di reproduksi tanpa ijin, tapi malah terkenal. Seperti halnya temanku yang bergelut dibidang fotografi, foto2nya yang dijadikan poto profil facebook oleh model2nya, apakah mereka memberiku UANG? Tidak, foto yang dijadikan profil itu sudah termasuk penghargaan… Terus uangnya? Uangnya akan datang sendiri nanti entah dari orang lain, tapi dia tidak mati kan gara2 tidak dibayar tadi?

Itulah yang aku maksud penghargaan, penghargaan itu ketika kalian bermanfaat bagi orang lain. Dan Uang hanya sekedar imbas, setelah kita bermanfaat bagi orang lain. Ketika kamu kerja = kamu harus dibayar, inilah salah. Yang benar >> Allah akan membayar dengan caraNya, tidak selalu dengan uang. Tapi cara pandang sebagian besar orang, saat kamu kerja = kamu harus dibayar. Inilah entah cara pandang baik atau benar, tapi ku rasa kurang tepat ketika membicarakan kita sudah kerja pasti kita akan menuai hasil. How about you? So, teruslah bermanfaat bagi orang lain!!! Entah akan menuai hasilnya atau tidak.