Lagi dan lagi, momok polisi tukang tilang selalu menghantui di perjalanan Boyolali – Yogya, tepatnya di KLATEN. Senin 3 Februari 2014, saat perjalanan berangkat kerja di kagetkan oleh operasi kendaraan bermotor di salah satu ruas jalan yogya – klaten. Hampir setiap hari saya lewat pasti ada operasi atau istilah kerennya mokmen. Entah itu perjalanan berangkat maupun perjalanan pulang. Ini kedua kalinya lupa menyalakan lampu motor. Memang saya tahu peraturan tersebut, bunyinya kurang lebih seperti ini.

*Pasal 107 *
(1) Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di Jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu.

(2) Pengemudi Sepeda Motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksudpada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.

Ya, memang saya lupa menyalakan, dan baru saja menyalakan di Tempat Kejadian Perkara, alhasil di tilang. Oke, seperti biasa, karena tergesa-gesa tak ada waktu, saya tidak mau basa-basi dengan polkis yang rese’ dan sok jago itu. :D “Pak, ini ditilang saja, tapi jumat saya ga bisa, nanti biar di urus bapak, saya buru-buru berangkat kerja. ” Ucapku. Jawab Polisinya, “Emang bapakmu siapa?”. Sambil menunjukkan nama di STNK berucap, “Ya itu pak dibaca.”. Polkis itu menyahut “Lha emang siapa?” . Batin saya (ini orang kepo banget sih) hihihihi. Oke lah singkat cerita saya ditilang, dan surat-surat di masukkan ke POS Polisi.¬† Menunggu di luar karena antrian nya ramai, saya ingat baca di kaskus dengan threat nyeleneh “Nyaris ditempeleng gara2 ngrekam razia” ide tersebut menginspirasi untuk mengambil dan mengabadikan sebuah poto jalanan seperti ini :IMG00174-20140203-0939

Lalu pindah posisi menunggu di luar POS sambil membawa gadget dan update status serta display picture. Mungkin pas megang handphone ini ketahuan dikiranya motret lalu ada yang memanggil dengan lantang¬† dari belakang “Woy le”. Saya tahu, yang dipanggil pasti itu saya, tetapi sengaja gak menggubrisnya dan berpura-pura melihat di dalam pos itu sambil ngantri sampai sepi. Lalu polkis yang tadi menepuk badan saya dari belakang seraya berucap “Woy le rene!” Dan ku ikuti langkah polkis ke kerumunan sekitar 8 polkis disana. Disana di interogasi, “Le, kamu moto ya? Kamu tahu tidak tidak boleh mengambil poto saat operasi, bisa di tuntut kamu!” Dan aku menjawab, “Tadi saya disitu (sambil menunjuk POS) nggak moto”. Coba buka hapemu di gallery, saking gemeternya tangan sampe kepencet Opera Mini. Pak Polkis itu membentak “Kuwi lak opera mini”. Aku menjawab “Sebentar pak, salah pencet, sambil memberikan hape yang sudah di siapkan di gallery.” Sambil merebut doi menggertak “Lha iki poto ngomong ora moto”. Langsung aku jawab “Lha kan aku nggak moto polisi pak, coba liat tu polisinya jauh, ga keliatan itu siapa.” Polisi lain membalas jawabanku, “Kamu wartawan bukan?”. Hampir saja saya keceplosan menjawab, ya memang saya wartawan, tapi pertanyaan interogasi seperti orang lagi KEPO, kalau kamu wartawan kamu harus ijin dulu. Setelah itu saya ambil hape saya dan disuruh ke POS.

Sesampai di POS, ada polkis yang pangkatnya Aiptu memanggil, “Rizky Yuwana”, “Siap pak”, jawabku. Sambil membaca STNK Polkis itu bilang “Ini kalau mau nitip juga bisa”, dengan keras saya jawab “Tidak pak, tilang saja.” Memang saya tidak mau nitip2 semacam itu, mending saya ditilang. Terus polisi yang nilang saya tadi tanya “Plat nomor mu piro?” aku jawab dan di suruh keluar dari POS. Di luar pos saya digiring ke POLKIS menuju ke arah seorang polkis lain. Badannya gemuk, agak pendek, pangkat perwira di bet nama tertera “AL*G”. Perkenalan yang sangat sombong menurutku, doi berucap “Disetiap operasi pasti ada petugas perwira sebagai ketua operasi, saya lah ketuanya”. Nah disitulah saya di interogasi, kamu anak polisi? Makan beras Polisi? (disini sempet ingin ketawa, mana ada beras polisi, adanya berasnya pak petani wkwkwkwkwk). Tanya ini itu, termasuk pangkat bapak saya. Di ending pun ucapannya sombong betul, salam ya buat bapak kamu dari saya “IPTU AL*G” sambil menujuk bet namanya. Suwun pak, ucapku sambil ngacir pergi pengen ketawa ngakak.

Nah dari cerita tersebut, saya mencari-cari info tentang peraturan pelarangan merekam di TKP operasi, malahan ketemu video yang serupa

Tertib berkendara guys ! Jadikan cerita ini pengalaman buat saya pribadi dan kalian semua !!!

Written by 

12 thoughts on “Aku dan Lampu Motor”

  1. Good day! I could have sworn I’ve been to this website before but
    after checking through some of the post I realized
    it’s new to me. Anyways, I’m definitely delighted I found it and I’ll
    be bookmarking and checking back often!

  2. It is the best time to make a few plans for the future and it’s
    time to be happy. I’ve learn this post and if I may just I desire to counsel
    you some attention-grabbing issues or tips.
    Perhaps you can write next articles regarding this article.
    I want to read more things approximately it!

  3. When someone writes an post he/she maintains the thought of a user in his/her
    mind that how a user can know it. So that’s why this piece of writing is great.
    Thanks!

  4. You can certainly see your expertise within the work you write.
    The sector hopes for even more passionate writers like you who are
    not afraid to mention how they believe. All the time go
    after your heart.

  5. An impressive share! I have just forwarded this onto a co-worker
    who had been doing a little homework on this. And he actually ordered me
    breakfast because I found it for him… lol. So allow me to reword this….

    Thanks for the meal!! But yeah, thanks for spending some time to discuss this matter here on your
    web site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *